Sejak lama, ciplukan sebenarnya
telah diteliti oleh para ahli dari berbagai negara. Penelitian tersebut
biasanya terfokus pada aktivitas yang dimiliki oleh ciplukan. Dari penelitian
yang telah dilakukan, baik secara in vitro maupun in vivo, didapatkan informasi
bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri,
antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi,
antioksidan, dan sitotoksik.
Baedowi [1998] telah melakukan penelitian terhadap ciplukan secara in vivo pada mencit. Dari penelitiannya tersebut, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat mempengaruhi sel ß insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan.
Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba Physalis angulata L. Fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 µg.mL-1. Fisalin B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >128 µg.mL-1 dan 32 µg.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba yang ditunjukkan.
“Karenanya dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau dan efektif,” katanya.
Untuk pemesanan anda bisa langsung menghubungi :
No. Telpon : 0813 1202 5347
Whatsapp : - 0896 2818 3269
- 0811 200 768
email : angulataphysalis@gmail.com
Baedowi [1998] telah melakukan penelitian terhadap ciplukan secara in vivo pada mencit. Dari penelitiannya tersebut, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat mempengaruhi sel ß insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan.
Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba Physalis angulata L. Fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 µg.mL-1. Fisalin B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >128 µg.mL-1 dan 32 µg.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba yang ditunjukkan.
Tanaman Cecendet (Ciplukan) berkhasiat untuk mengatasi penyakit, diantaranya:
- Mengobati Kelainan Kulit
- Auto Imun (Skleroderma, Lupus, Hepatitis, Hipertensi, Pengencer Darah,
Stroke, Anti Kanker Payudara)
Manfaat
Buah Ciplukan
Tanaman ini banyak dicari dan
ditemukan oleh anak-anak pedesaan pada saat musim panen palawija tiba. Biasanya
pada saat musim panen kacang tanah. Begitu kacang tanah dipanem (dicabut), yang
tinggal hanyalah rumput-rumput yang tumbuh di sela-sela kacang tanah, termasuk
diantaranya pohon ceplukan.
Pada musim seperti ini biasanya
pohon ceplukan sudah cukup umur dan banyak buahnya yang sudah masak, dengan
kulit buah agak mengering dan buah ceplukannya sendiri sudah menguning. Di
samping mencari kacang tanah yang tersisa/tertinggal setelah dipanen, biasanya
anak-anak juga memunguti buah ceplukan yang memang sangat manis dan enak
rasanya.
Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di
dataran rendah sampai ketinggian sampai 1550 meter diatas permukaan laut .
Ceplukan merupakan tumbuhan semak semusim. Tumbuh di tanah-tanah kosong yang
tidak terlalu becek, pinggir selokan, pinggir kebun dan sawah. Bunganya
berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila
masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis.
Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).
Ciplukan (Physalis minina) temasuk ke dalam famili tumbuhan Solanaceae. Nama lain dari ceplukan antara lain adalah Morel berry (Inggris); Ciplukan (Indonesia); Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda); Yoryoran (Madura); Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa).
Ciplukan (Physalis minina) temasuk ke dalam famili tumbuhan Solanaceae. Nama lain dari ceplukan antara lain adalah Morel berry (Inggris); Ciplukan (Indonesia); Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda); Yoryoran (Madura); Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa).
Sifat tumbuhan ini analgetik
(penghilang rasa sakit), peluruh air seni (diuretic), menetralkan racun,
meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh dan anti tumor.
Tumbuhan ini mempunyai kandungan kimia berupa Chlorogenik acid, asam citrun,
fisalin, flavonoid, saponin, polifenol. Buah mengandung asam malat, alkaloid,
tannin, kriptoxantin, vitamin C dan gula. Biji mengandung elaidic acid.
Dengan ramuan ceplukan, ternyata
berbagai penyakit dapat disembuhkan, antara lain :
1. Hipertensi. Sediakan 5 gram
brankas (herba kering) ceplukan dan masukan kedalam air 110 ml. Rebus campuran
tersebut selama 10-15 menit sambil sesekali diaduk selanjutnya saring dan
biarkan sampai dingin. Air rebusan tersebut diminum 2 kali sehari, pagi dan
sore, masing-masing 100 ml. Sebagai perhatian, air rebusan yang sudah disimpan
lebih dari 24 jam tidak boleh diminum karena sudah rusak.
2. Kencing Manis. Untuk mengobati kencing manis, sediakan 10 gram brankas ciplukan dan air 400 ml. Cara pembuatan ramuan dan aturan pemakaiannya sama dengan untuk mengobati hipertensi.
3. Bisul. Untuk mengobati bisul, sediakan 1 genggam daun ciplukan, 1 sendok teh adas pulasari, 1 lembar daun sirih, dan sedikit garam. Campurkan semua bahan tersebut dan diremas-remas hingga menjadi lembut. Oleskan sekitar bisul. Bisul akan cepat pecah dan cepat kering.
4. Borok. Ambil 1 genggam daun ciplukan dan tambahkan 2 sdt air kapur sirih. Tumbuk sampai halus, lalu tempelkan ke bagian yang sakit.
5. Gusi Berdarah. Karena kaya vitamin C, buah ciplukan bisa digunakan untuk menyembuhkan gusi berdarah, caranya, makanlah 30 buah ciplukan segar setiap hari.
6. Diabetes Mellitus. Caranya, tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan, lalu dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian disaring, dan diminum 1 kali sehari.
7. Sakit paru-paru. Caranya, tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya) direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring, diminum 3 kali sehari 1 gelas.
8. Ayan. Caranya, 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak, dimakan setiap hari secara rutin.
2. Kencing Manis. Untuk mengobati kencing manis, sediakan 10 gram brankas ciplukan dan air 400 ml. Cara pembuatan ramuan dan aturan pemakaiannya sama dengan untuk mengobati hipertensi.
3. Bisul. Untuk mengobati bisul, sediakan 1 genggam daun ciplukan, 1 sendok teh adas pulasari, 1 lembar daun sirih, dan sedikit garam. Campurkan semua bahan tersebut dan diremas-remas hingga menjadi lembut. Oleskan sekitar bisul. Bisul akan cepat pecah dan cepat kering.
4. Borok. Ambil 1 genggam daun ciplukan dan tambahkan 2 sdt air kapur sirih. Tumbuk sampai halus, lalu tempelkan ke bagian yang sakit.
5. Gusi Berdarah. Karena kaya vitamin C, buah ciplukan bisa digunakan untuk menyembuhkan gusi berdarah, caranya, makanlah 30 buah ciplukan segar setiap hari.
6. Diabetes Mellitus. Caranya, tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan, lalu dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian disaring, dan diminum 1 kali sehari.
7. Sakit paru-paru. Caranya, tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya) direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring, diminum 3 kali sehari 1 gelas.
8. Ayan. Caranya, 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak, dimakan setiap hari secara rutin.
Sekarang ini sudah banyak tersedia
ceplukan dalam kemasan kapsul yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai
keluhan penyakit.
Dan tahukan anda bahwa Buah ceplukan
ini di negara eropa merupakan makanan penutup mulut yang paling disukai, jadi
merupakan peluang ekspor yang berpotensi . Anda pernah mencicipi buah ceplukan?
“Dari penelitian-penelitian yang
dilakukan menguatkan bila Ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai
agen kemopreventif,” ungkap Ameilinda Monikawati di kampus Universitas Gadjah
Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (1/12/2010).
Meanfaat tanaman tersebut terbukti
mampu menghambat sel kanker payudara setelah dijadikan ekstrak. Ekstrak
diperoleh daripengolahan buah ciplukan yang telah dihilangkan akarnya.
Ameilinda mengatakan aktivitas
kemopreventif ekstrak etanolik herba Ciplukan menjadi alternatif pengobatan
penderita kanker payudara. Sementara pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi
selama ini dinilai kurang efektif. Dengan kemoterapi seringkali menimbulkan
adanya resistensi, serta beberapa efek samping seperti mual, muntah, toksisitas
pada jaringan normal, toksisitas pada jantung menekan sistim imun.
“Karenanya dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau dan efektif,” katanya.
Secara in vitro dari penelitian ini
berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Hanya saja tidak
hanya secara in vitro, untuk mendukung penelitian potensi Ciplukan sebagai agen
kemopreventif pada kanker payudara maka dilakukan pula secara uji in vivo. Uji
secara in vivo ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh EHC pada hewan uji
tikus betina galur Sprague Dawley.
Uji in vivo ini, kata Amelianda
dilakukan melalui pengamatan hispatologi sel payudara dengan metode pewarnaan
Hematoksilin & Eosin, serta aktivitas antiproliferasi EHC dengan metode
AgNOR pada tikus yang terinduksi DMBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EHC
mampu menghambat proses karsiogenesis dari DMBA dan memiliki aktivitas
antiproliferatif dengan menunjukkan black dots (nilai mAgNOR)
dibandingkan dengan kelompok kontrol DMBA.
Dari penelitian yang dilakukan
Amelianda, Inna dan Sofa berkesimpulan Ciplukan berpotensi untuk dikembangkan
sebagai agen kemoprevensi kanker payudara melalui induksi apoptosis dan
penghambatan proliferasi sel. Selain itu Ciplukan dapat dijadikan pula sebagai
agen ko-kemoterapi dengan doxorubicin.
“Karenanya uji selektivitas serta
ekspresi berbagai macam protein yang terkait dalam pemicuan apoptosis dan
regulasi daur sel perlu dilakukan untuk mengetahui kemanan dan mekanisme
molekulernya dalam menghambat pertumbuhan kanker payudara,” tutur Amelianda.
Dari penelitian tiga mahasiswa
Fakultas Farmasi yakni Ameilinda, Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil
menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba Ciplukan (EHC) pada sel
kanker payudara. Berkat penelitiannya tersebut, ketiga mahasiswa tersebut
dinyatakan menjadi pemenang I Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Kompetisi
Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-9 tahun 2010, sekaligus berhak
mendapat hadiah uang sebesar Rp 12 jt
Kapsul Ekstrak Cecendet.
Untuk memudahkan mengkonsumsi cecendet, kini cecendet tersedia dalam bentuk kapsul yang di ekstrak sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi khasiat dari cecendet tersebut. Lebih praktis dan fleksibel.
Kapsul Ekstrak Cecendet.
Untuk memudahkan mengkonsumsi cecendet, kini cecendet tersedia dalam bentuk kapsul yang di ekstrak sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi khasiat dari cecendet tersebut. Lebih praktis dan fleksibel.
Untuk pemesanan anda bisa langsung menghubungi :
No. Telpon : 0813 1202 5347
Whatsapp : - 0896 2818 3269
- 0811 200 768
email : angulataphysalis@gmail.com



No comments:
Post a Comment