Saturday, 10 December 2016

Penyakit Lupus Tidak Menular Namun Mematikan



Lupus yaitu salah satu penyakit inflamasi kronis, penyebab penyakit tersebut yaitu oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya: Kulit, Sendi, Sel darah, Paru-paru dan Jantung
Gejala dari penyakit lupus biasanya hampir sama dengan penyakit yang lain sehingga bisa mempersulit diagnosanya. Ada beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit lupus, ada yang ringan seperti hanya penampakan hitam di kulit bagian luar dan ada yang bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa. Penyakit lupus tidak menular, tetapi bisa berbahaya dan bahkan berpotensi mematikan dan mempunyai gejala umum seperti ruam pada kulit, kelelahan, sakit dan pembengkakan pada sendi.

 
Lupus dikategorikan sebagai penyakit auto imun karena system kekebalan yang ada menyerang tubuh sendiri dan penyebab kondisi autoimun pada lupus sendiripun belum diketahui, yang jelas sistem kekebalan tubuh penderita lupus akan menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat. Pada beberapa orang yang mempunyai penyakit Lupus diakibatkan karena bawaan genetic.

Lupus di Indonesia
Penderita lupus di dunia diperkirakan mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lupus juga dapat menyerang anak-anak dan pria.
Menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013.
Penyakit lupus terbagi dalam beberapa jenis, antara lain:
  • Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
  • Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
  • Lupus akibat penggunaan obat.
Jenis lupus yang menjadi pembahasan utama dalam artikel ini adalah lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)
Jenis lupus inilah yang paling sering dirujuk masyarakat umum sebagai penyakit lupus. SLE dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan sampai parah. Gejala SLE juga dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan-lahan dan dapat bertahan lama atau bersifat lebih sementara sebelum akhirnya kambuh lagi.
Banyak yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama atau bahkan tidak sama sekali sebelum tiba-tiba mengalami serangan yang parah. Gejala-gejala ringan SLE, terutama rasa nyeri dan lelah berkepanjangan, dapat menghambat rutinitas kehidupan. Karena itu para penderita SLE bisa merasa tertekan, depresi, dan cemas meski hanya mengalami gejala ringan.
Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE)
Jenis lupus yang hanya menyerang kulit disebut lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE). Meski umumnya berdampak pada kulit saja, jenis lupus ini juga dapat menyerang jaringan serta organ tubuh yang lain.
DLE biasanya dapat dikendalikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan obat-obatan. Gejala DLE di antaranya:
  • Rambut rontok.
  • Pitak permanen.
  • Ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang terkadang akan menebal dan menjadi bekas luka.
Lupus akibat penggunaan obat
Efek samping obat pasti berbeda-beda pada tiap orang. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.
Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga Anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.

Komplikasi Serius pada Penderita Penyakit Lupus
Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat.
Sekitar sepertiga penderita SLE memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroid dan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan.
Jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius termasuk pada penderitanya yang sedang hamil. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi serius.

Cara Mengobati

Berbagai macam cara pengobatan telah dilakukan untuk mengobati penyakit Lupus ini, dan kebanyakan cara yaitu menggunakan medis (kedokteran). Akhir-akhir ini seorang Dokter spesialist penyakit dalam melakukan riset terhadap tanaman cecendet atau yang lebih dikenal dengan nama tanaman ciplukan. Dengan melakukan serangkaian penelitian beliau berhasil menemukan obat herbal dari ekstrak tanaman cecendet yang salah satunya bisa mengobati penyakit Lupus ini.
 
Ekstrak Cecendet ini tersedia dalam bentuk kapsul dengan kemasan botol isi 100 kapsul per botolnya.

 

Noted : Untuk pemesanan bisa hubungi no. kontak yang tertera pada gambar di atas. 

Sekian informasi yang bisa Saya berikan dan terima kasih atas perhatiannya. Semoga bermanfaat.